
Solusi Pencetakan Bubuk Karbon
Jenis Bahan Baku: Potongan arang, ujung arang, arang tidak standar, lignit
Kapasitas Desain: Disesuaikan sesuai permintaan pelanggan
Peralatan: Mesin pencacah arang, pengaduk rol, mesin pencetak bubuk arang, mesin press pelet, mesin pencetak hidrolik, mesin pencetak stempel

Pengenalan
Serpihan arang, bubuk arang dan bubuk lignit merupakan bahan baku umum dalam produksi dan penggunaan arang. Bahan-bahan ini dapat diolah kembali menjadi bahan bakar berdensitas tinggi menggunakan peralatan pencetak bubuk arang guna mewujudkan daur ulang sumber daya. Berdasarkan kebutuhan produk yang berbeda, berikut adalah metode pencetakan utama:
Batang Arang: Menggunakan mesin pres stempel atau mesin pencetak hidrolik, bahan baku dipadatkan sekaligus dengan tekanan tinggi untuk menghasilkan bahan bakar berbentuk batang yang kokoh dan tahan lama, cocok untuk pemanas industri dan rumah tangga.
Pelet Arang: Bahan dipadatkan menjadi butiran bulat berukuran seragam melalui proses ekstrusi rol ganda pada mesin pres pelet. Pelet ini berukuran seragam, mudah dikemas dan diangkut, umum digunakan sebagai bahan bakar untuk memanggang dan keperluan jasa makanan.
Balok Arang: Bahan diolah terlebih dahulu dengan mesin pencetak hidrolik atau penggiling rol, kemudian dipadatkan menjadi balok. Bentuknya rapi dan berdensitas tinggi, sehingga dijadikan arang panggang berkualitas maupun arang kelas industri.
Sebagai penyedia solusi produksi arang profesional, Manto siap menyediakan rangkaian peralatan produksi arang lengkap serta dukungan teknis menyeluruh bagi setiap pelanggan.

Proses Produksi Pencetakan Bubuk Karbon
Proses pembuatan briket bubuk arang mengolah limbah debu arang, bubuk lignit dan bahan baku lainnya menjadi briket bahan bakar berdensitas tinggi. Proses ini terbagi menjadi tiga tahap utama:
Tahap 1: Penghancuran Bahan Baku
Potongan arang besar, ujung arang dan produk cacat dimasukkan ke mesin pencacah arang, lalu digiling menjadi bubuk halus yang seragam untuk menjamin tingkat kepadatan saat pemadatan nantinya.
Tahap 2: Pencampuran
Bubuk arang dicampur dengan pengikat secukupnya di dalam pengaduk rol. Bahan diaduk dan digiling secara menyeluruh guna meningkatkan plastisitas dan kepadatan curah.
Tahap 3: Pemadatan dan Pencetakan
Bahan yang tercampur rata dialirkan ke mesin pencetak batang arang. Batang arang dihasilkan secara efisien melalui ekstrusi sekrup berkelanjutan, metode ini cocok untuk produksi skala besar.

Proses Produksi Karbon Bola
Proses pembuatan briket mengubah berbagai bahan bubuk menjadi pelet berbentuk bola dengan pemadatan rol bertekanan tinggi. Prosesnya terbagi menjadi tiga tahap utama:
Tahap 1: Penghancuran Bahan Baku
Potongan besar batu bara, sisa batu bara dan produk cacat dimasukkan ke mesin penghancur hingga kehalusan yang diinginkan (umumnya di bawah 5 mm) agar mudah dipadatkan selanjutnya.
Tahap 2: Pencampuran
Bubuk karbon dicampur dengan pengikat sesuai kebutuhan produk di pengaduk rol. Bahan digiling dan diaduk merata untuk meningkatkan plastisitas dan kepadatan curah.
Tahap 3: Pemadatan Rol
Bahan dilewatkan di antara dua rol yang berputar berlawanan arah secara serempak. Lubang berbentuk bola pada permukaan rol akan menutup perlahan, tekanan meningkat tajam dan langsung memadatkan bahan menjadi pelet bola yang seragam.

Proses Produksi Pencetakan Hidrolik
Pencetakan hidrolik adalah proses produksi yang memanfaatkan tekanan besar dari sistem hidrolik untuk memadatkan bahan bubuk menjadi produk jadi di dalam cetakan dalam satu tahap pengerjaan. Prosesnya terbagi menjadi tiga tahap utama:
Tahap 1: Penghancuran Bahan Baku
Potongan besar batu bara, sisa batu bara dan produk cacat dimasukkan ke mesin penghancur hingga tingkat kehalusan yang diinginkan (umumnya di bawah 5 mm) guna memudahkan proses pemadatan selanjutnya.
Tahap 2: Pencampuran
Bubuk karbon dicampur dengan pengikat sesuai kebutuhan produk di pengaduk rol. Bahan digiling dan diaduk secara menyeluruh untuk meningkatkan plastisitas dan kepadatan curah.
Tahap 3: Pemadatan Hidrolik
Aktifkan sistem hidrolik. Silinder utama mendorong pendorong turun ke rongga cetakan dan memberikan tekanan besar pada bahan (dapat diatur sesuai standar kepadatan produk). Di bawah tekanan tinggi, partikel bahan mengalami deformasi plastik dan saling menempel kuat. Setelah penahanan tekanan selama waktu yang ditentukan, tercipta balok karbon berkepadatan tinggi.
Setelah pemadatan selesai, pendorong akan kembali ke posisi awal. Silinder pengeluar mendorong balok karbon keluar dari cetakan, kemudian dikirim oleh konveyor ke proses berikutnya. Seluruh operasi dapat dijalankan secara manual atau otomatis berulang dengan kontrol PLC.

Proses Produksi Pencetakan Tekan
Proses pencetakan tekan adalah metode produksi terputus yang menggunakan batang penghubung poros engkol untuk menggerakkan penekan guna memberikan benturan dan pemadatan berfrekuensi tinggi pada bahan di dalam rongga cetakan. Prosesnya terbagi menjadi tiga tahap utama:
Tahap 1: Penghancuran Bahan Baku
Potongan besar batu bara, sisa batu bara serta produk cacat dimasukkan ke mesin penghancur dan digiling hingga tingkat kehalusan yang diinginkan (umumnya di bawah 5 mm) untuk memudahkan pemadatan selanjutnya.
Tahap 2: Pencampuran
Bubuk karbon dicampur dengan jumlah pengikat yang sesuai kebutuhan produk ke dalam pengaduk rol. Bahan digiling dan diaduk merata guna meningkatkan plastisitas dan kepadatan curah.
Tahap 3: Pencetakan Tekan
Digerakkan oleh batang penghubung poros engkol, penekan turun dengan cepat dan memberikan gaya benturan seketika serta tekanan tahan yang besar pada bahan di rongga cetakan. Di bawah tekanan tinggi, partikel bahan mengalami deformasi plastik dan saling menempel kuat, membentuk balok atau batang karbon berkepadatan tinggi. Setelah penekanan selesai, penekan kembali ke posisi awal. Mekanisme pengeluar mendorong produk jadi keluar dari cetakan, lalu dikirim oleh sabuk konveyor ke proses berikutnya. Seluruh proses berulang secara berkelanjutan untuk mendukung produksi terus-menerus.

Mesin Rekomendasi

Pertanyaan
Jika Anda ingin mengirimkan pertanyaan resmi, silakan isi formulir berikut.
Catatan: Kolom bertanda * wajib diisi.



















